Minggu, 05 Maret 2017

Rapat Kerja HMPS PGPAUD UAD

 
Alhamdulilahirabbilalamin, setelah dilakukan pelantikan ketua dan wakil ketua HMPS PGPAUD periode 2017 oleh ketua dan wakil ketua HMPS PGPAUD periode 2016 pada bulan Desember tahun lalu. Selanjutnya pada hari Sabtu, 25 Februari 2017 di ruang 101 B kampus V Universitas Ahmad Dahlan dilakukan rapat kerja dan pelantikan pengurus HMPS PGPAUD UAD periode 2017. Raker (rapat kerja)  tahun ini mengambil tema Bersama HMPS PGPAUD kita wujudkan mahasiswa yang kreatif dan inovatif berdasarkan nilai keislaman”. Selain dihadiri oleh peserta raker, acara ini dihadiri oleh dosen PGPAUD, tamu undangan (DPM,BEM, ORMAWA FKIP) dan 2 delegasi perwakilan dari setiap kelas PGPAUD.

Dengan adanya kerjasama yang dilakukan oleh panitia raker akhirnya acara dapat terlaksana dengan lancar meskipun terdapat beberapa kekurangan. Semoga kepengurusan HMPS PGPAUD periode 2017 bisa lebih baik lagi dari periode sebelumnya, semakin maju dan membawa nama baik PGPAUD UAD di tingkat daerah maupun nasional. Aamiin :)

Berikut adalah susunan kepengurusan HMPS PGPAUD UAD periode 2017
Ketua : Putri Sholikhah
Wakil Ketua : Khoriah Alfath

Sekretaris I : Fidela Jucelin Rusliani
Sekretaris II : Desi Rahmawati

Bendahara I : Artika Indah Susanti
Bendahara II : Khusnul Khotimah 

Divisi Keagamaan
Koordinator : Rahmawati
Anggota :  - Adila Silmi Unaisa P
                  - Bayu Prastiawati 

Divisi Kewirausahaan
Koordinator : Rifka Khairun Nisa'
Anggota : - Fadtimah
                 - Rizqun Karima Rukan

Divisi Minat Bakat dan Keilmuan
Koordinator : Eka Norma A
Anggota : - Atika Putri Nadhra
                 - Devi Widyandari
                 - Nurlaela

Divisi Pengabdian Masyarakat
Koordinator : Meliana Puspita Defi
Anggota : - Tsabita Naila Ulinnuha
                 - Dewi Kusuma Astuti
                 - Raudia Utami
                 - Normalita Ratnaningtyas
                 - Novya Herlina

Aku Berbeda


Aku memang berbeda dari orang lain tapi setidaknya aku menjadi diriku sendiri. Aku memang tidak sehebat orang lain tapi aku hebat untuk diriku sendiri, aku juga bukan seseorang yang mempunyai daya paham tinggi, aku harus mengulang agar aku dapat menguasai, aku bukan orang yang kekinian tapi aku berusaha memahami perubahan di lingkungan sekitar. 

Merasa aneh? iya aku pernah merasakan. Karena lolaku, aku sering diremehkan. Setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing bukan?. Tidak ada manusia yang hanya mempunyai salah satunya saja dan tidak ada manusia yang mempunyai sifat dan sikap yang sama, sekalipun itu anak kembar merekapun satu dengan yang lain berbeda. 

Jangan takut karena dirimu berbeda, karena sebenarnya berbeda itu istimewa dan menandakan kamu langka :). Tetap menjadi diri sendiri itu lebih baik daripada kita menjadi orang lain hanya untuk terlihat hebat. 





 

Minggu, 08 Januari 2017

Dahulu dan Sekarang Sudah Berbeda

   Semester 1, 2 dan sebentar lagi aku akan melewati semester 3. Tinggal hitungan jam lagi aku dan teman-teman mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan lainnya akan menjalankan Ujian Akhir Semester (UAS). Aku merasa semester 3 ini benar-benar berbeda dari semester sebelumnya. Apa yang berbeda? Jawabnya banyak 😂. Pada semester 1 dan 2 jika sudah selesai perkuliahan langsung pulang, di kampus hanya melakukan kegiatan perkuliahan saja tidak lebih dari itu (mahasiswa kupu-kupu), tidak pernah pulang kuliah sampai malam, mempunyai banyak waktu untuk nonton drama korea, masih bisa tidur siang, dan tidak pernah terlibat dalam organisasi/kepanitiaan. Sedangkan ketika semester 3, aku mulai terlibat dalam kepanitiaan. Dari yang tidak pernah pulang dari kampus malam hari, ketika semester 3 ini aku merasakan pulang malam hari paling malam jam 22.00 WIB sesuatu yang baru untukku. Di semester ini aku merasa bahwa waktu adalah sesuatu yang berharga untukku. Aku harus pintar-pintar mengatur waktuku dan jangan sampai aku di atur oleh waktu.

   Pernah sekali melakukan kesalahan fatal karena aku tidak bisa mengatur waktu. Ketika itu aku mendapatkan sebuah tugas. Tugas itu harus dikumpulkan dipertemuan terakhir. Dosen bersangkutan telah berkali-kali mengingatkan untuk mencicil. Tetapi aku tidak segera menyelesaikannya meskipun aku telah mencicilnya. Ketika malam hari sebelum pagi hari pengumpulan tugas aku malah ketiduran. Pagi hari aku terbagun lalu cepat-cepat mengerjakannya dan ternyata aku tidak mampu menyelesaikan semuanya. Benar-benar sesuatu yang terburuk selama aku kuliah. Aku merasa kecewa dengan diriku. Walaupun ternyata pagi harinya ketika aku sampai kampus ada juga teman yang belum selesai. Kejadian ini tetap menjadi catatan untukku agar tidak melakukan kesalahan yang sama. Meskipun melakukan kegiatan diluar akademik tetapi tetap harus bisa memanagemen waktu untuk yang akademik.

  Dalam beberapa kepanitiaan yang aku ikuti pada semester ini banyak pengalaman yang aku dapatkan. Aku bisa belajar untuk memahami keadaan dan lingkunganku, bisa melakukan komunikasi dengan baik dan belajar untuk lebih bertanggung jawab lagi. 

Rabu, 04 Januari 2017

FESTIVAL ANAK SHOLEH

"Menyongsong Generasi Emas yang Bertaqwa, Cerdas, dan Kreatif Bersama PGPAUD FAIR #5"


Dalam rangka ulangtahun PGPAUD UAD yang ke-5. PGPAUD mengadakan kegiatan festival anak sholeh yang berlangsung pada tanggal 6 November pukul 08.00 WIB-selesai di Kampus 5 UAD Jl. Ki Ageng Pemanahan 19 Nitikan Sorosutan Yogyakarta. Ragam lomba yang terdapat di acara ini antara lain mewarnai dan hafalan surat-surat pendek. Selain terdapat kegiatan lomba, juga ada spesial perform dari seorang pesulap yang bernama Derra Demetria. Kegiatan festival anak sholeh diikuti oleh anak-anak usia dini dari berbagai TK/RA bahkan ada KB juga dan dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari setiap kelas PGPAUD, Ormawa serta dosen PGPAUD.


Pemotongan tumpeng oleh ibu Febri selaku dosen PGPAUD


Lomba mewarnai


 
 Spesial perform dari Derra Demetria


 
Anak-anak bernyanyi


  Panitia PGPAUD FAIR #5





Cerita Anak

SALING MENOLONG

Di suatu taman yang indah dipenuhi pohon dan bunga bermekaran ada seekor Kupu-kupu, Kumbang, Belalang dan Lebah. Mereka hidup bersama dan saling menolong. Kupu-kupu memiliki sayap berwarna biru dengan tingkahnya yang lucu dan mengemaskan dia menari-nari setiap pagi. Kumbang juga suka menari seperti Kupu-kupu, akan tetapi Kumbang sedikit sombong. Sedangkan Belalang dan Lebah mereka suka bernyanyi. Belalang memiliki suara melengking dan Lebah memiliki suara yang merdu.

Pagi yang cerah, terlihat Kupu-kupu sedang menari dengan ceria di halaman rumahnya.
Tiba-tiba Belalang datang dan berkata, “Selamat pagi Kupu-kupu”
“Selamat pagi Belalang” jawab Kupu-kupu.
“Apakah kamu tahu jika akan ada perlombaan menari dan menyanyi?” tanya Belalang kepada Kupu-kupu.
“Aku belum tahu Belalang, terima kasih telah memberitahuku” kata Kupu-kupu.
“Iya sama-sama Kupu-kupu” jawab Belalang.
Kupu-kupu kembali bertanya, “Apakah Kumbang dan Lebah sudah tahu mengenai perlombaan ini, Belalang?”
Kemudian Belalang menjawab, “Lebah sudah tahu Kupu-kupu, tetapi Kumbang belum tahu”
“Kalau begitu Kumbang akan aku beritahu” kata Kupu-kupu.
            Setelah itu Belalang lalu pergi. Kemudian Kupu-kupu menuju ke rumah kumbang.
“Kumbang...kumbang...” panggil Kupu-kupu.                                              
“Iya sebentar” teriak Kumbang dari dalam rumah.
Tidak lama kemudian Kumbang membuka pintu dan melihat kalau ada Kupu-kupu di depan rumahnya.
“Ada apa?” tanya Kumbang singkat.
“Akan ada perlombaan menari dan menyanyi mari kita ikut Kumbang” kata Kupu-kupu.
“Tentu saja aku akan ikut, dan pasti aku akan menjadi juara pertama” balas Kumbang.
“Mari kita berlatih menari bersama Kumbang” ajak Kupu-kupu.
“Aku tidak mau, aku akan berlatih sendiri di rumah” jawab Kumbang.
“Baiklah kalau begitu Kumbang” kata Kupu-kupu penuh dengan kesedihan.

            Untuk mempersiapkan perlombaan menari dan menyanyi Kupu-kupu, Belalang serta Lebah berlatih bersama-sama setiap hari. Kupu-kupu berlatih menari sedangkan Belalang dan Lebah berlatih menyanyi. Kumbang berlatih menari sendiri di rumahnya. Ketika satu minggu sebelum hari perlombaan, Kumbang mengalami kecelakaan sehingga Kumbang terluka.
            “Tok....tok....tok...” suara ketukan keras di pintu rumah kupu-kupu.
“Kupu-kupu....Kupu-kupu....” terik Lebah panik. “Krekkk...” Kupu-kupu membuka pintu.
“Ada apa Lebah, kenapa kamu panik?” tanya Kupu-kupu.
“Itu..itu... Ku-ku-mbang” jawab Lebah.
“Kenapa dengan kumbang?” tanya kupu-kupu.
“Kumbang terluka” jawab Lebah.
“Mari kita menuju rumah Kumbang” kata Kupu-kupu dengan panik.
Kemudian Kupu-kupu dan Lebah menuju rumah kumbang.
           
Sesampainya di rumah kumbang, terlihat kalau Kumbang sedang kesakitan karena lukannya.
“Yang sabar dan kuat kumbang” kata Kupu-kupu.
“Bagaimana ini, aku tidak dapat mengikuti perlombaan” jawab Kumbang sambil menangis.
“Aku akan merawat dan membantumu Kumbang” kata Kupu-kupu.
“Benar kumbang, kami akan membantu kamu agar cepat sembuh dan setelah kamu sembuh mari kita berlatih bersama-sama” lanjut Lebah.
Kumbang hanya terdiam. Kupu-kupu menepati janjinya untuk merawat dan membantu Kumbang, setiap hari kupu-kupu datang ke rumah kumbang. Lebah dan Belalang juga datang untuk memberi makanan maupun minuman.
Dalam hati kumbang berkata, “Baik sekali Lebah dan Belalang apalagi Kupu-kupu, Kupu-kupu selalu merawat dan membantuku setiap hari sedangkan aku dulu sombong kepadanya.” Kumbang telah menyesali perbuatannya.

            Akhirnya dua hari sebelum hari perlombaan menari dan menyanyi, Kumbang telah sembuh dari lukannya. Kemudian Kumbang, Kupu-kupu, Belalang dan Lebah berlatih bersama-sama. Kupu-kupu dan Kumbang berlatih menari sedangkan Belalang dan Lebah berlatih menyanyi.
“Terimakasih Lebah dan Belalang kalian telah membantuku ketika aku terluka dan kamu Kupu-kupu aku sangat berterima kasih sekali padamu karena kamulah yang telah merawat dan membantuku setiap hari” kata Kumbang.
“Iya sama-sama” jawab Lebah dan Belalang kompak.
Kemudian Kupu-kupu berkata, “Iya temanku Kumbang sama-sama, aku senang dapat merawat dan membantu kamu”
Sekarang Kumbang tidak lagi sombong dan hidup damai serta bahagia bersama Kupu-kupu, Belalang dan Lebah.
           

Senin, 21 November 2016

Kisah Singkatku

Kurang lebih 2 tahun yang lalu, aku pernah bercita-cita menjadi guru Pendidikan Geografi. Yang bermimpi dapat masuk jurusan Pendidikan Geografi sebuah Universitas Negeri di daerahku. Tetapi dalam perjalanan untuk mengapai cita-cita itu ternyata Tuhan berkehendak lain. Sempat aku kecewa dan bingung harus bagaimana, untungnya dulu aku mengingat arti dari sebuah surat Al-Baqarah ayat 216 "...Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." Alhamdulillah kekecewaanku pun tidak berlarut-larut.

Aku tidak pernah menyangka kalau pada akhirnya masuk Universitas Swasta di daerahku. Benar-benar tidak terlintas di pikiranku karena aku terlalu fokus pada satu mimpiku. Kebetulan Universitas Swasta yang aku masuki juga tidak ada jurusan Pendidikan Geografi. Yaaaa... aku telah mengikhlaskan semua yang telah terjadi dan aku memilih jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini atau di singkat PG PAUD. Kenapa waktu itu aku bisa memilih jurusan PG PAUD? Aku pikir karena aku menyukai anak-anak dan orangtuaku terutama ibu juga sangat mendukung keputusanku.

Tidak terasa sekarang aku sudah semester 3, waktu cepat berlalu ya? 😁. Banyak sekali pengetahuan baru yang aku dapatkan dan paradigma berpikir aku yang berubah terutama tentang Anak Usia Dini. Univeritas Swasta tempat aku membina ilmu ini berbasis Islam jadi aku juga banyak belajar tentang agamaku. Jika ditanya apakah aku bahagia? Iyaaa... aku bahagia, aku senang, aku bersyukur dengan apa yang aku jalani sekarang 😊.


Selasa, 04 Oktober 2016

Pendidikan Seks pada Anak Mencegah Terjadinya Kekerasan Seksual



Akhir-akhir ini banyak terjadi kekerasan seksual anak di bawah umur yang bahkan pelakunya dilakukan oleh orang terdekat. Kekerasan seksual pada anak adalah pemaksaan, ancaman atau keterpedayaan seorang anak dalam aktivitas seksual. Aktivitas seksual tersebut dapat meliputi melihat, meraba, tekanan, pencabulan dan pemerkosaan. Kekerasan seksual pada anak juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan penyiksaan dimana dilakukan oleh orang dewasa atau orang yang lebih tua menggunakan anak untuk rangsangan seksualnya. Tindakan penyiksaan tersebut dapat berupa pemaksaan atau penekanan pelaku terhadap anak untuk melakukan aktivitas seksual, melihat alat kelamin anak (kecuali dalam hal medis), kontak fisik dengan alat kelamin anak maupun bagian vital lainnya (kecuali dalam hal medis), memaparkan hal yang tidak senonoh mengenai alat kelamin anak, dan menunjukkan video atau gambar porno kepada anak. Pelaku melakukan kekerasan seksual pada anak dengan cara menggunakan metode bujukan, misalnya dengan memberi hadiah atau mainan dan menggunakan metode tipuan, misalnya diajak ke tempat rekreasi hingga pada akhirnya berujung kekerasan seksual pada anak.

Di indonesia sendiri kekerasan seksual pada anak mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bentuk kekerasan seksual yang dialami oleh anak juga beragam. Masalah kekerasan seksual ini sudah berlangsung sejak lama dan selalu mengalami peningkatan. Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa kekerasan seksual terhadap anak merupakan kejahatan luar biasa sebagimana dilaporkan oleh Mazrieva dari VOA Indonesia (2016). Menurut laporan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak pada tahun 2010-2015 kasus kekerasan seksual mendominasi laporan kasus pelanggaran hak anak. Pada tahun 2015 Komisi Nasional Perlindungan Anak menerima 2898 laporan pelanggaran hak anak dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi dimana 59% diantaranya merupakan laporan mengenai kekerasan seksual. Lebih lanjut menurut International Labor Organization (ILO) yang diperkuat oleh United Nation Children’s Fund (UNICEF) angka kekerasan seksual anak lebih besar. Dalam catatan kedua organisasi tersebut angka kekerasan seksual anak mencapai 70.000 setiap tahunnya (Eddyono, Sofian, Akbari, 2016: 1). 

Untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak, maka orang tua harus selalu memperhatikan anak dan meluangkan waktunya untuk memberikan pengawasan kepada anak dan yang terpenting adalah memberikan pendidikan seks pada anak. Pendidikan seks juga sebaiknya dilakukan sejak dini, dilakukan dengan jujur dan disesuaikan dengan umur atau pemahaman anak. Hindari pengenalan bagian intim dengan penggantian nama atau istilah lain, tetapi tetap gunakanlah nama sebenarnya misalnya penis, vagina, dan payudara. Karena penggunaan istilah lain seperti burung untuk penis hanya akan membuat anak bingung. Ajarkan anak untuk menghargai dirinya dengan menjaga kebersihan tubuh setiap hari. Jangan sampai jika anak menanyakan tentang bagian tubuh tertentu, orang tua malah menertawakannya. Orang tua sebaiknya menjawab dan jawaban tersebut singkat dan seperlunya saja sesuai dengan pertanyaan, tidak perlu menjawab lebih dari yang dipertanyakan anak. 

Ketika di rumah biasakan anak untuk tidak berpakaian minim, pisahkan  kamar anak dengan orang tua atau saudara lawan jenisnya, biasakan juga untuk anak mengetuk kamar orang tua dengan cara orang tua terlebih dahulu mengetuk pintu apabila akan memasuki kamar anaknya. Orang tua juga harus mengenalkan perasaan marah, menyenangkan, menyedikan, membingungkan. Dan ajarkan kepada anak untuk bersikap tegas, judes bahkan berbohong ketika merasa keadaan anak terancam, ada orang yang memaksa anak untuk melakukan hal yang tidak disukai termasuk orang yang paling dekat sekalipun seperti kakak, guru atau teman. Tanamkan rasa malu sejak dini kepada anak, agar anak tahu bahwa alat kelamin adalah area pribadinya yang tidak boleh disentuh atau dilihat oleh sembarang orang. Berikan juga pendidikan seks kepada anak ketika anak berada di luar rumah. Seperti ketika ganti baju tidak boleh di tempat umum karena banyak orang, harus ganti di ruang ganti baju. Jika ada orang yang menyentuh bagian dada, perut, sekitar celana itu tidak boleh dan ajarkan anak untuk berteriak “tidak dan tolong” lalu lari menuju keramaian. Beritahu anak untuk menolak diberi permen, mainan, hadiah maupun diajak ikut dengan orang yang tidak dikenal ketika anak sendiri, tidak ada orang tua disampingnya.

Adanya pendidikan seks pada anak sejak dini ini akan membentengi diri anak dari kekerasan seksual, dapat menghindarkan dari pernikahan di luar nikah karena pergaulan bebas dan anak juga dapat lebih menjaga tubuhnya.